Deeptalk
Dear Merpatiku, Jujur, malam ini air mata ku kembali menetes. Aku sudah ditik lelah, aku lelah terluka, dan aku lelah mencinta. Jujur, aku tak mampu berhenti seperti orang-orang bilang. Bahkan terkadang aku benar-benar nyaris tak mampu berdiri sendiri lagi. Iya, aku serapuh itu. Kuakui, aku benar-benar seterluka ini. Karna, sebesar itu pula aku mencinta. Bulan ini benar-benar menghancurkan puing-puing patah yang sedang kurangkai, tak menyisakan satu bahagia yang bisa ku ukir. Aku tak tahu harus bagaimana lagi, aku tak tahu harus melakukan apa, bahkan aku sama sekali tak tau mau ku apa. Aku sedang berada di titik “Ya Allah, jika Engkau dengan mudah membolak balikkan hati hamba Mu untuk mencinta, maka mudahkan lah pula hati hamba Mu untuk melupa” karna, selagi rasa itu sebesar ini. Aku akan terus terluka, aku akan terus menangis menyesali semua hal. Tahukah kalian, aku tak pernah main-main atau setengah-setengah perihal menaruh rasa. Tak semudah membalikkan telapak tangan, tak sece...