My Broken Life
Hai, kamu. Kenapa ya selalu kamu yang aku ceritakan, yang aku sebut, padahal kamu sekarang adalah orang yang paling kubenci sedunia. Yah, karna posisimu, peranmu, sebenarnya tak mengubah pandanganku tentangmu. Kamu tetap seseorang yang menurutku melebihi sebagai seorang kekasih waktu itu, jika peran kekasih telah tiada, makan peran mu lain masih bermain dibenakku. Jadi, hari ini aku mau cerita. Entah akan sampai dikamu atau tidak, kamu tahu kan hanya ini kawanku disaat saat yang susah, disaat orang-orang sama sekali tak mampu memahamiku. Kamu tahu, aku hancur. Aku porak poranda, semenjak hari itu, bulan itu, tahun ini. Semenjak kamu melepaskan genggamanku, semenjak kamu mengatakan dengan mulutmu sendiri ingin pergi, dan semenjak kamu memutuskan untuk tak menghubungiku lagi padahal aku masih mencari. Yah, dititik itu bahkan sampai sekarang aku masih porak poranda, berantakan, hidupku hancur lebur. Aku tak tahu arah, hingga pada suatu masa. Aku terjerumus. Aku terjatuh kelubang kegelap...