Oh Ternyata "I Cried"
Oh ternyata, selama ini aku baru tahu menahu alasan utama mu. Untuk berat melepasnya, untuk berat meninggalkan nya, atau bahkan hanya sekedar untuk jeda tak memberinya perhatian. Walaupun sakit, ini adalah tamparan keras untuk ku. Untuk aku yang tak seperti ia. Ia yang cantik menawan, ia yang se asyik itu, humble, dan ternyata juga lebih care denganmu. Membuatmu terlena dan tak mempedulikan ribuan air mata yang jatuh dipipi seseorang mu. Aku tak tahu Tuhan, apakah aku terlalu baik atau terlalu bodoh. Mengapa aku selalu gagal untuk menjaga sesuatu yang pernah membuatku bahagia. Mengapa aku tak pandai membuatnya nyaman dan bertahan lama berada disisiku. Apa salahku Tuhan, apa yang harus kurubah, apa yang harus kuperbaiki, haruskah aku seperti mereka yang membuatnya nyaman, padahal aku tak kan pernah bisa seperti ia. Aku hanyalah aku dengan segenap kurangku. Aku hanyalah aku dengan ribuan luka yang tak kunjung usai. Trauma dan harapan selalu berjalan beriringan yang senantiasa mem...