Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Akhir Penantian

03 April 2019 Dear 2019 Pernah terbesit dalam doa, bahwa untuk tahun ini aku ingin segera merasakan bahagianya bersama orang yang benar-benar kucintai. Dan aku pun tak menyangka, dewa cinta masih berkenan baik untuk ku sekedar rasakan bahagia setelah satu tahun terkubur luka. Siapa sangka, teman yang dahulu amat sangat kubenci bahkan untuk sekedar menyapa pun aku enggan. Siapa pula yang akan menyangka, dia perlahan menjadi sahabat baikku. Mendengar semua keluh kesahku, menerima semua sifat burukku dengan sabarnya, menasehatiku setiap egoku mulai mengalahkan sabarnya, dan dia yang selalu menemaniku disetiap derai luapan air mata. Aku sama sekali tak menyangka, ia yang setiap hari kutumpahi ribuan cerita cinta kisah asmaraku. dia pula yang menjadi pelampiasan amarahku ketika hati ku kembali tersayat karena urusan cinta. dia yang selalu menghiburku padahal berulang kali aku mengatakan enggan tertawa bahkan tersenyum sekalipun. dia yang tiada bosan menanyai kabarku, selalu ingin meli...

Sepucuk Cerita Malioboro

17 Maret 2019 Dear sahabatku, Terimakasih atas hari istimewa untukku malam itu. Untuk pertama kalinya aku merasakan malam minggu yang benar-benar malam minggu. Kita bergandengan tangan sepanjang jalan, kau merangkul pundak ku saat duduk dikeramaian malioboro, kau menyeka muka, pipi,hidung kala gerimis menyapa. Kita tertawa lepas, bercerita tanpa pedulikan siapapapun disana seolah memang hanya ada kita berdua, tak ada handphone yang memisahkan kita, hanya beberapa potretan untuk mengabadikan momen saja. Semua benar-benar seperti pasangan pada umumnya yang dilakukan, hanya terkadang aku berfikir sejenak. Siapa aku untuk mu ? mungkinkah sahabat akan sebegitu romantic nya ? pertanyaan berat itu enggan kujawab walau sampai kapanpun. Aku ingin tetap seperti ini, tak peduli kamu siapa dan bagaimana. Aku hanya ingin sejenak merasa dan bersyukur akan hadirnya bahagia. Terimakasih sekali lagi, telah menjagaku. Setiap kali waktu adzan, kamu selalu mengingatkanku. Seumur hidupku, aku b...

Salam Perdamaian

15 Maret 2019 Dear kisah asmaraku… Semuanya penuh dengan lika-liku drama cinta, hingga antara air mata, luka, dan bahagia aku tak tau lagi sedang merasakan yang mana. Aku sendiri penuh dengan keheranan, hati yang enggan segera melabuhkan harapannya bertentangan dengan perasaan yang ingin segera pergi dari luapan kenangan. Kini, terlambat sudah untuk sekedar menyesali. Hanya sekedar ingin mengetahui kabar dari hati yang sudah lama pergi. Aku sebenarnya tak ingin mengetahui apapun tentangmu. Entah filling darimana tiba-tiba datang begitu saja. Aku melihatmu… Setelah sekian lama selama satu tahun lebih kamu pergi, kini aku benar-benar melihatmu. Wajahmu tak begitu kuingat dalam ingatan, begitu juga dengan postur dan suaramu. Aku hampir tak mengenalimu. Tapi, terimakasih wahai seseorang yang sudah kuanggap sebagai brother. Karna walaupun hubungan cinta itu tak ada lagi, persaudaraan dan pertemanan lah yang kuharap tetap akan terjalin antara kita. Aku hanya ingin terus mengangga...

Kisah Sedih

 03 Februari 2019 Dear manusia licik Ternyata kamu terlalu licik untuk mengatas namakan cinta yang katamu tulus itu. Kau harumkan namamu sendiri atas nama perpisahan. Kau seolah menyudutkan pasanganmu agar kau yang tak bersalah. Agar ia mati-matian dalam lubang penyesalan, dan kamu dapat merasakan nikmatnya kebohongan. Hah, kelicikanmu akan tiba pada saatnya kamu mendapat balasannya. Beribu aku harus bersyukur untuk tak mengenalmu lagi. Bersyukur tak akan menganggap mu hidup di dunia ini sekalipun. bersyukur dengan apapun itu yang akan membawaku tuk menjauhimu. Dahulu, aku berharap kamu akan bertemu dengan bahagiamu yg lain yang akan membawamu lupa akan sakitnya bersamaku. Tapi kini, aku berharap tak akan pernah ada orang lain itu yg membuatmu special. Aku yakin, kutukanku masih berlaku untuk mu manusia licik yang tak kunjung punah dari dunia ini. Kamu akan diacuhkan, diabaikan, dicampakkan, bahkan bukan hanya sekedar diduakan tapi kamu akan merasakan yang namanya menderita d...

Salam Perpisahan

10 Januari 2019 Dear Brother Akan ada banyak ribuan bahkan jutaan kata yang ngga habis”nya bakal ku ceritakan kisahku denganmu. Aku tak tau harus mengatakan terima kasih, maafkan aku, atau selamat tinggal padamu. Intinya, kamu bukan lah orang lain bagiku. Kamu tetap seseorang yang akan sulit untuk ku definisikan. Brother, dia adalah lelaki yang amat sangat luas hatinya untuk terus memaafkan. Berkali-kali dalam bertahun-tahun aku selalu menyakiti hatinya, dan ia selalu memaafkan. Hingga aku masih ingat betul, di posisiku yang amat sangat salah ia tetap membela ku, melindungi ku, dan menjaga nama baikku. Dilain sisi, ia juga selalu mnejaga keharmonisan didepan umum walaupun kita dalam pertengkaran yang sengit waktu itu. Aku tau Brother, kamu bukan lelaki biasa. Kamu tegas,bijaksana,bertanggung jawab, punya tekat yang kuat, kamu adalah kamu dengan segala kelebihan mu itu. Kamu salah dalam penilaianmu yang penuh dengan kekurangan, justru aku malu yang amat sangat malu dengan semua k...