Kisah Sedih

 03 Februari 2019

Dear manusia licik

Ternyata kamu terlalu licik untuk mengatas namakan cinta yang katamu tulus itu. Kau harumkan namamu sendiri atas nama perpisahan. Kau seolah menyudutkan pasanganmu agar kau yang tak bersalah. Agar ia mati-matian dalam lubang penyesalan, dan kamu dapat merasakan nikmatnya kebohongan.

Hah, kelicikanmu akan tiba pada saatnya kamu mendapat balasannya. Beribu aku harus bersyukur untuk tak mengenalmu lagi. Bersyukur tak akan menganggap mu hidup di dunia ini sekalipun. bersyukur dengan apapun itu yang akan membawaku tuk menjauhimu.

Dahulu, aku berharap kamu akan bertemu dengan bahagiamu yg lain yang akan membawamu lupa akan sakitnya bersamaku. Tapi kini, aku berharap tak akan pernah ada orang lain itu yg membuatmu special. Aku yakin, kutukanku masih berlaku untuk mu manusia licik yang tak kunjung punah dari dunia ini. Kamu akan diacuhkan, diabaikan, dicampakkan, bahkan bukan hanya sekedar diduakan tapi kamu akan merasakan yang namanya menderita dalam lubang penyesalan. Akan kujamin kamu akan merasakan itu semua.

So, terimakasih sudah menganggapku yang terburuk dalam matamu. Terimakasih sudah memperlakukanku tak selayaknya manusia pada umumnya. Kujamin, tak aka nada manusia yang akan menganggapmu manusia. Kamu akan diperlakukan selayaknya hewan yang tak punya hati dan perasaan. Aku lega dengan semua sikapmu yang kuanggap manis selama ini ternyata busuk adanya.

Kuharap kita tidak akan pernah bertemu didunia bahkan diakhirat sekalipun, kumaafkan kamu wahai manusia ciptaanNya, semoga kamu tenang dialam dan dunia mu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

About Covid-19

Always prayer for you