Always prayer for you

Allah… Ya Allah.. Ya Rabb ku… Setelah bertahun-tahun masuk didunia medis ternyata semalam adalah yang paling membuat ku gemetar seluruh tubuh, keringat dingin, pusing berkunang. Sederhana saja, ketika mata ini melewati Ruang ICU tak kuasa airmataku mengalir. Aku terduduk dengan lemasnya, Ya Allah mengapa ? mengapa harus dia yang engkau beri ujian seberat ini ? dia orang baik Ya Rabb, dia anak yang sholeh, dia senantiasa mengajak dalam kebaikan, banyak hal kebaikannya Ya Rabb. Sedangkan hamba ? hamba seorang pendosa yang tak tahu malu. Ya Allah, hamba sangat mengharapkan hidayahMu. Hamba ingin menjadi perempuan yang pantas untuk dia. Bukan perkara apa-apa, hanya sejujurnya akupun sudah lelah pada dunia. Sakit yang kurasa perkara duniawi sudah terlalu banyak, untuk apa lagi aku hidup selain mengharap Ridho dan hidayahMu ? maka, aku sangat malu bila mencintai makhlukMu masih dalam keadaan kotor seperti ini.

Ya Rabb, aku ingin banyak bercerita. Aku hancur, aku sedih, tubuhku tak mampu kembalikan semangat dan senyumannya lagi. Sudah lima hari ini aku menunggu kabarnya, lima hari ini aku menangis dibawah naungan doa-doa, aku benar-benar sendiri dan meratapinya sendiri, aku seperti sangat merasakan kehilangan sosok ia. Ia yang senantiasa menghubungiku, mengingatkan dan menasehatiku bahkan sering membuat hariku penuh warna dengan cerita hari-harinya. Ya Rabb, seringkali aku membayangkan diposisi ia, tak kuasa aku menahan tangis. Ingin rasanya aku bertemu dengannya, saat ini juga. Namun, aku terkendala banyak hal. Kumohon Ya Rabb, jaga ia sampai kita berjumpa lagi. Jaga ia dalam kesendiriannya,lelap tidurnya, hamba percaya penjagaan Mu lebih dari segalanya.

Seringkali, dalam batinku berkata. Apakah Allah SWT Tuhanku tidak Ridho dengan kami ? Apakah perempuan hina sepertiku sama sekali tak pantas bersanding dengan lelaki sepertinya ? Ya Rabb, tak ada manusia yang menginginkan masa lalunya kelam. Begitupun denganku, sungguh aku menyesali semua hal. Hal-hal yang kupikir menjadi yang terakhir justru membuatku terjerumus. Isi kepalaku seperti ingin pecah, rasanya setiap kali aku beragkat kerja ingin sekali menabrakkan diri dengan mobil truk bus didepanku, ingin sekali mengakhiri semuanya, ingin sekali berhenti berurusan dengan dunia, tapi Ya Rabb … aku masih memiliki rasa takut.

Takut akan azab Mu, Murka Mu, dan takut perihal akhiratku. Kumohon Ya Rabb, izinkan hamba bertemu dia yang Engkau tulis di Lauhul Mahfuds adalah semoga ia yang senatiasa kudoakan dalam sholatku. Ridhoi kami Ya Rabb, Restui kami melalui restu kedua orangtua kami.

Mas, mas zakyy… aku kesepian, aku sendirian, kita pasti bisa lewatin ini bareng” kan ? seberat-berat perasaanku pasti lebih berat perasaanmu ya mas ? maaffkan aku mas, aku yang selalu menyusahkan hidupmu dan bahkan mengecewakan kepercayaanmu. Mas, aku seperti kehilangan isinya ragaku. Hari-hariku hanya menunggu kabarmu, kuhabiskan degan linangan airmata. Berangkat kerja, pulang kerja, dirumah, aku gabisa berhenti menangis mas. Aku ingin ikut kamu, ingin disana bareng kamu. Kenapa keadaan jahat banget sama kita ya mas, seringkali aku membenci ini semua. Aku benci hal” yang membuatmu sakit, bahkan diriku sekalipun, iya… aku bahkan membenci diriku sendiri.

Mas, banguunn yuk… aku gemetar menulis ini. Banguuunn yuk, banyak hal yang mau kita wujudin kan ? dari kerja bareng, pernikahan impian, punya anak yang sholeh sholehah, dan menuju akhirat bareng”. Mas, pokonya kamu gaboleh pergi ninggalin aku ya. Kalau mau pergi harus ajak aku, kemanapun harus ajak aku. Aku gk mampu hadapin dunia sendiri, imanku masih lemah mas, aku butuh Allah SWT untuk membimbingku melalui kamu, Mas ???

Sekali lagi mohon terima ampunanku, permohonan maafku, andaikata itu tak mampu mengembalikan cinta kasih mu, aku ikhlas, aku serahkan keputusan padamu, asalkan satu hal yang harus kamu tepati, kamu harus pulih seperti sedia kala. Satu itu pintaku, terimakasih ya sayang. Kamu kuat, aku kuat, kita bisa lewatin ini, bissmillah…

Zakyy Zuama Ardien Azaria (Al-Fatihah)

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا


Komentar

Postingan populer dari blog ini

About Covid-19

Kisah Sedih