Salam Perpisahan
10 Januari 2019
Dear Brother
Akan ada banyak ribuan bahkan
jutaan kata yang ngga habis”nya bakal ku ceritakan kisahku denganmu. Aku tak
tau harus mengatakan terima kasih, maafkan aku, atau selamat tinggal padamu.
Intinya, kamu bukan lah orang lain bagiku. Kamu tetap seseorang yang akan sulit
untuk ku definisikan.
Brother, dia adalah lelaki yang
amat sangat luas hatinya untuk terus memaafkan. Berkali-kali dalam
bertahun-tahun aku selalu menyakiti hatinya, dan ia selalu memaafkan. Hingga aku masih ingat betul, di posisiku yang amat
sangat salah ia tetap membela ku, melindungi ku, dan menjaga nama baikku.
Dilain sisi, ia juga selalu mnejaga keharmonisan didepan umum walaupun kita
dalam pertengkaran yang sengit waktu itu. Aku tau Brother, kamu bukan lelaki biasa. Kamu tegas,bijaksana,bertanggung jawab,
punya tekat yang kuat, kamu adalah kamu dengan segala kelebihan mu itu. Kamu salah dalam penilaianmu yang penuh dengan
kekurangan, justru aku malu yang amat sangat malu dengan semua kekuranganku
jika melihat kelebihanmu itu. Kamu tak
pantas bersanding dengan ku, iya benar. Karna aku bukan apa-apa untukmu, tak
ada yang perlu dibanggakan dariku, tak ada yang perlu disesali jikalau
meninggalkanku, dan tak ada ruginya untuk membuangku jauh-jauh dari hidupmu.
Maafkan aku, seharusnya kamu tak perlu
mengenalku sejak awal. Aku bukanlah wanita baik yang lemah lembut seperti dalam
foto. Aku adalah singa buas yang tak tahu malu. Maafkan kebodohan ku karna tak
pandai bersyukur karna telah memilikimu. Maafkan aku untuk semua perilaku
burukku selama ini. Kamu tak perlu khawatir, Tuhan telah menyiapkan ribuan
kutukan untuk membalas semuanya untukku. Satu-persatu balasan itu telah melukai
ku, telah menyengsarakanku, maka saat itu teruntuk kamu seseorang yang luar
biasa dalam hidupku,berbahagia lah. Hanya itu yang aku harapkan padamu, cukup
aku yang hidup dalam lubang penyesalan dan luapan air mata. Jangan pernah kau
toleh aku, tersenyumlah. Itu cukup membuatku tenang dalam siksaan batinku.
Percayalah, aku disini amat sangat sakit dengan kesengsaraan batin tapi
ketahuilah aku mampu melaluinya dan aku akan baik-baik saja. Hanya, aku
berharap kamu tetap berbahagia disana dengan seseorang yang akan membawa mu
untuk melupakan sakitnya bersamaku.
Teruntuk
ibu dan keluarga
Brother, terima kasih banyak Ibu telah melahirkan anak yang luar biasa. Maafkan
aku, telah banyak melukai anakmu. Maafkan aku, telah membuat anakmu marah
kepadamu karna aku. Maafkan aku ibu, telah menjauhkan waktu bersama kalian.
Maaf beribu kata maaf untuk mu ibu.
Aku janji, akan selalu menghadirkan nama anakmu disetiap sujudku. Aku percaya,
Tuhan Allah tak pernah tidur dan akan selalu mengabulkan doa hambaNya. Dari
sini, dari buminya Allah dibawah langit yang sama. Percayalah bu, anakmu akan menjadi anak yang besar kelak. Aku yakin,
dia mulai merintis karir dan masa depannya demi membahagiakan Ibu. Aku yakin,
dia akan segera kembali kepelukanmu bu untuk mengadu semua salah dan khilafku
karna mematahkan hatinya. Disaat itu, kumohon jangan membenciku bu. Karna aku
sudah amat sangat rapuh dengan semua benci yang mengalir dari anakmu. Ibu, tetaplah menjadi ibu yang
baik untuk anak luar biasa mu. Tetap menjadi sumber semangat anakmu disaat ia
menangis. Ibu, Brother amatlah
sayang padamu ketahuilah. Segera ia akan membalas semua tulus cinta kasihmu
dengan kesuksesannya. Aku percaya, maka ibu juga harus percaya dengannya J
Terima kasih Brother, telah
banyak yang kamu ajarkan selama ini. Terima
kasih, telah hadir dan mewarnai setiap tahunnya.
Aku tahu, dan aku percaya kamu pun juga tahu. Mencintai mu adalah hal yang
mudah namun susah. Memahami setiap perubahan mu adalah hal yang susah padahal
mudah. Hanya membutuhkan sedikit pengertian dan kejujuran,hal yang sepele yang
selalu terabaikan. Kita tau itu semua,hanya Tuhan memberi banyak kerikil tajam
untuk menguji kita. Terima kasih,
sudah bertahan selama ini dengan berkali-kali terhujani luka yang sama. Karna
aku tahu, bertahan itu sulit. Kini, aku tahu titik lelahmu telah tiba. Titik
dimana kesabaranmu telah habis, dimana kamu tak sanggup lagi menanggung semua
luka yang kuberi. Aku ikhlaskan kamu wahai nama dalam doa ku.
Cukup
ini yang
terakhir aku melukaimu, akupun telah lelah dengan semua sikap dan egoku. Aku
pun telah muak dengan sikap burukku, apalagi kamu. Ini adalah yang terbaik
untuk mu dan juga aku. Percyalah bahwa keputusanmu untuk meninggalkan ku adalah
kebenaran yang enggan kuakui kebenarannya. Sedih iya, sakit sangat. Tapi,
tetaplah yakin dan percaya ini adalah jalan
keluarnya.
Tuhan ku Ya Allah, Ya Rabb ku. Hanya padaMu lah aku mengadu dengan segala penat,lelah,dan letih batin dan perasaanku. Berkali-kali aku selalu mengatakan mengapa ya Rabb ? mengapa engkau pisahkan ? padahal Engkau Maha Tahu, kami saling mencintai, kami saling mengharapkan, kami saling mendoakan. Mengapa ? selalu engkau uji kesetiaan kami,kesabaran kami dengan jalan yang seperti ini ? padahal engkau Maha Tahu tentang seberapa besar sabarnya dia seberapa sabarnya aku dan seberapa setianya hati kami yang akhirnya aku mengkhianati padahal engkau pun juga Maha Tahu ya Rabb apa alasan ku mengkhianati dan engkau Maha Tahu tanpa harus kujelaskan siapa sebenarnya satu orang yang tetap ada dihatiku yang selalu kujaga cintanya. Lalu, mengapa Ya Rabb ku ? harus aku yang bersalah ? padahal engkau Maha Tahu, jikalau ia yang bersalah aku akan selalu memaafkannya. Mengapa harus selalu engkau beri ujian yang sama ? padahal engkau Maha Tahu, kami selalu bisa melalui nya. Dan Mengapa ? engkau pertemukan kami ? padahal dia orang jauh bahkan bukan teman ku yang seharusnya aku tak mengenalnya. Ada apa dengan kami wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati.
Aku
tahu, untuk saat ini adalah waktu yang pas untuk ku perbaiki semuanya dari
awal. Memulai untuk kembali dijalanNya, menjaga lisan hati dan perbuatan,
melupakannya dan memulai untuk memantaskan diri. Aku yakin, jika Brother adalah
jodohku berarti ini adalah waktu untuk ku memantaskan diri. Namun,jika dia
bukan jodohku berarti ini adalah waktu untuk ku melupakannya. Karna bersamanya selama 7 tahun, untuk
melupakannya tak semudah membalikkan telapak tangan. Say Thanks to AllahJ
Komentar
Posting Komentar