I Wish

 

Dear diary online ku, lama rasanya tak kucurahkan beban pikirku melalui susunan huruf. Sebenarnya bukan karna tak ada masalah, namun meminimalisir saking banyaknya masalah. Entah, dunia itu terlalu jahat atau bagaimana. Tak kan ada habisnya untuk mencari alasan dan jawaban. Dewasa… yah beranjak dewasa dan menjadi orang dewasa sangat penuh pengorbanan, air mata, kecewa, dan dilema. Dimana ambisi masih berkobar, keinginan tak sesuai ekspektasi, impian yang terlalu tinggi, jiwa, emosi dan ego yang terus beradu. Aku akan menikmati ini, detik setiap proses yang kujalani.

Kembali flash back, ke aku dimasa lalu. Aku sangat menyayangkan seorang aku yang menurutku waktu itu adalah perempuan lugu, pemalu, suka mencoba hal yang baru, semangat belajar nya tinggi, dan bisa dibilang patuh dan rajin beribadah. Menjadi aku yang sekarang, yang bisa dibilang sedang menjalani hidup hanya karna masih hidup. Tak ada semangat, motivasi, tujuan, dan cita – cita yang jelas. Sedih dan hanya bisa menyesali untuk menjadi aku yang sekarang.

Seandainya… kata itu terus terngiang dalam benak ku. Yah, seandainya bisa kuputar waktu. Aku akan lebih memilih untuk tak pernah mengenali seseorang ini. Aku akan lebih memilih untuk tak singgah dan pernah menjadi bagian serpihan di hidupnya. Aku akan memilih untuk tak menemui bahkan berlama-lama tinggal. Karna, tak adil rasanya. Setelah semua yang terjadi, yang tersisa hanyalah aku yang takut melangkah dan orang ini yang justru meroket.

Tak perlu kuceritakan perihal apa dan bagaimana, toh waktu terus berjalan dan aku yakin waktu pula yang akan perlahan menghapus mengikis semua yang sempat mengecewakan. Hanya, saat ini ijinkanlah Tuhan ku. Untuk kutulis dari ribuan doa dan harapanku, kabulkanlah doa-doa yang amat sangat sedang kuperjuangkan.

1.     Izinkan aku untuk bertemu dengan dia, yang Engkau tulis di Lauhul Mahfuds diwaktu yang tepat. Dan izinkanlah, dia adalah yang senatiasa menjalani kehidupan didunia yang berlandaskan agama Mu. Dan izinkanlah pula, aku untuk beristiqomah juga untuk senantiasa mengiringi langkahnya berjalan diatas agamaMu.

2.  Perkenankanlah wahai Tuhanku, untuk aku mengabdi dan mengasuh ayah ibuku dimasa tuanya. Permudahkanlah jalanku untuk senatiasa dekat dengan mereka dan membalas budi semua jasanya, Allahumma Aamiin.

3.     Izinkanlah, untuk Engkau beri pekerjaan yang halal dan mengalir pahala disetiap tindakannya.

4.     Melupakan masalalu dan berani melangkah membuka lembar baru.

Keempat harapan yang aku tak pernah tau akan seperti apa jawaban Tuhanku. Karna, mati, rejeki, dan jodoh masih dalam misteri. Aku tak pernah tau siapa yang akan menjemputku terlebih dahulu. Hanya ya Rabb, berikan hidayah dan petunjukMu. Aku sungguh-sungguh…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

About Covid-19

Always prayer for you

Kisah Sedih