Apa Kabar ? Kamu.

Haii… gimana kabarmu ? langitmu lebih indah bukan ? sekarang jauh lebih tenang begini ya ! aku tak tahu menahu tentangmu, begitupun kamu. Tak pernah kusangka, kita akan seasing ini. Bukan lagi asing sebagai kawan lama, bahkan seasing seseorang yang tak pernah saling mengenal. Kembali di tahun 2018-2019, ternyata ketakutan kita waktu itu benar-benar terjadi. Aku dan kamu menjadi jauh, bahkan saking jauhnya menjadi asing.

Terkadang, aku masih teringat kita menghabiskan hari. Sedekat itu, selama itu, semua nya ternyata tak menjamin bahwa akan berakhir bahagia. Aku menagis hari ini menulis ini, bukan menyesali apa yang sudah terjadi. Namun, menyayangkan hal-hal yang seharusnya bisa dan ternyata terpatahkan keadaan.

Masih sering aku menyebut nama mu, ketika masalah datang bertubi-tubi dan aku harus menangis sendiri. Kamu tahu kan, aku paling gabisa menahan airmata dan masalah. Aku sering ngobrol sendiri dengan angin saat aku pulang kerja, aku adukan semua hal yang membuat dadaku sesak penat dan perih. Aku memeluk diriku sendiri menahan amarah yang terkadang emosi tak terbendung. Entahlah, kebiasaan menggantungkan hidup ku padamu dahulu ternyata berefek sangat besar dengan apa yang terjadi padaku sekarang.

Aku yang sekarang, menjadi lebih bekerja keras perihal mengontrol diri. Dari segi emosi, perasaan, dan sikap. Aku yang dahulu engkau ratukan, sudah tak manja-manja lagi. Menghandle segala kesulitan sendiri, melangkah dengan ragu namun berani. Melawan dengan tekat nyali yang ciut. Sedikit demi sedikit, perlahan aku mampu memahami makna perpisahan ini.

Dimanapun kamu berada sekarang, semoga tulisan ini sampai terbaca olehmu. Aku baik-baik saja dan akan terus baik apapun yang terjadi. Sakit, sedih, tangis, luka, semua yang sudah sudah perlahan tertimbun waktu dengan sendirinya. Aku berharap, kamu disana juga akan baik-baik saja tanpa perlu saling berkabar lagi, tanpa perlu saling bertemu atau melihat lagi, aku sangat berharap kamu selalu jaga kesehatan ya, bahagia setiap saat, lancer rejekinya, berbakti sama orangtua dan sayang keluarga.

Aku akan sangat membenci pertemuan, kabar dan apapun tentang kamu. Karna, tanpa melihatmu saja sakitnya masih kurasakan. Apalagi sampai aku mendengar kabarmu, atau bahkan tak sengaja bertemu. Maaf, untuk benci yang akupun tak tahu akan sampai kapan. Terimakasih, untuk waktu dan pengorbanan mu dahulu. Semoga pelangi mu yang baru akan menghiasi langit indahmu. Salam rindu dari aku J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

About Covid-19

Always prayer for you

Kisah Sedih