Akhir Penantian

03 April 2019

Dear 2019

Pernah terbesit dalam doa, bahwa untuk tahun ini aku ingin segera merasakan bahagianya bersama orang yang benar-benar kucintai. Dan aku pun tak menyangka, dewa cinta masih berkenan baik untuk ku sekedar rasakan bahagia setelah satu tahun terkubur luka.

Siapa sangka, teman yang dahulu amat sangat kubenci bahkan untuk sekedar menyapa pun aku enggan. Siapa pula yang akan menyangka, dia perlahan menjadi sahabat baikku. Mendengar semua keluh kesahku, menerima semua sifat burukku dengan sabarnya, menasehatiku setiap egoku mulai mengalahkan sabarnya, dan dia yang selalu menemaniku disetiap derai luapan air mata.

Aku sama sekali tak menyangka, ia yang setiap hari kutumpahi ribuan cerita cinta kisah asmaraku. dia pula yang menjadi pelampiasan amarahku ketika hati ku kembali tersayat karena urusan cinta. dia yang selalu menghiburku padahal berulang kali aku mengatakan enggan tertawa bahkan tersenyum sekalipun. dia yang tiada bosan menanyai kabarku, selalu ingin melihatku baik-baik saja, ya itulah dia dengan segenap perhatian dan sabarnya.

Terimakasih untuk kamu, seseorang yang luar biasa dalam hidupku. Terimakasih untuk semua perlakuan baikmu padaku. Yang perlahan membawaku menghapus luka terdalamku, menuntunku dengan sabar untuk lekas bangkit dari keterpurukkan, dan membuat semua seolah memang akan menjadi baik-baik saja. Terimakasih, telah memberiku kesempatan untuk merasakan lupa bahwa aku pernah benar” terluka. Waktu yang menurutku akan sangat lama melupa,karnamu secepat ini aku dapat melalui semua siksaan batin walau dalam satu tahun lamanya. Semua itu sama sekali tak kusangka, aku berhasil melewati luka kelamku dengan genggaman tanganmu.

Maafkan aku, mungkin ribuan maaf pun tak sanggup membayar semua luka siksaan batin yang km rasakan selama ini. Maafkan setiap sifat burukku yang sebenarnya telah melukaimu. Maafkan aku, dengan bodohnya tanpa kusadari. Berapa kali pisauku melukai dan menyayat hatimu selama ini. Seberapa sakitnya luka itu terlalu dalam untuk kuberi. Seberapa kuat km menahan semua kenyataan pahit dengan menghujani ribuan cinta dan kasih sayang tanpa pedulikan air matamu. Hanya wanita bodoh seperti akulah, yang tak tahu menahu tentang perasaanmu.

Terimakasih, untuk telah mengatakan cinta kepada hati yang telah lama terluka. Awalnya, hal itu adalah ketakutan terbesarku. Karna aku terlalu takut untuk kehilangan seorang sahabat yang benar-benar mengertiku. Akupun tak pernah menyangka bagaimana bisa kamu jatuh cinta pada manusia mengerikan yang baru saja kamu kenal dan dalami hidupnya. Akupun juga tak menyangka, harus merasakan rindu apabila kau tak ada, merasakan marah bila kau dengan yang lain, dan rasa senang saat kau menemuiku. Semua itu diluar kendali manusia, seolah memang sengaja dikirim Tuhan untuk dapat saling berbagi kebahagiaan. Terimakasih, telah mengambil langkah yang tepat untuk saling bergandengan tangan melebihi seorang sahabat.

Ya,kamu seseorang yang tak pernah kusangka akan menjadi kekasihku. Aku tak tahu lagi harus dengan cara apa dan bagaimana meluapkan semua bahagiaku, semua ucapan syukurku pada Tuhan, dan semua segenap perasaan ku. Ketahuilah, roda perasaan akan terus berputar. Bahagia bukan hal yang akan terus dinikmati, suatu saat entah aku atau kamu pasti akan merasakan yang namanya luka, air mata, dan kesedihan. Dan apabila suatu saat nanti, aku kembali melukai hati dan perasaanmu yang sebenar-benar luka. Kumohon, untuk tetap menggenggam tanganku dan mencoba memahami ku.

Teruntuk kamu manusia yang kusayangi, hal yang selalu ingin kutanyakan dalam benak hatiku adalah apa alasanmu untuk tetap bersabar menghadapiku ? untuk seterusnya, ku ijinkan amarahmu meluap padaku, kuijinkan juga kamu untuk memarahi dan memaki ku selayaknya manusia pada umumnya. Namun, ketahuilah satu hal tentang lemahnya hatiku. yang tak akan sanggup menghadapi kerasnya amarah seorang lelaki. Hati ini masih trauma akan beberapa kekerasan, sindiran, makian, dan ucapan yang tak sewajarnya diucapkan dan dilakukan manusia. Maka, akan ada banyak hal yang baru akan kamu ketahui nanti seiring berjalannya waktu. Dan jika itu tiba waktunya, kuharap tak akan ada yang merubah dan berubah.

Komentar

  1. Dalam banhet tulisannya,

    Mampir juga yah ke blogku, masih pemula https://mnoorfahrul.blogspot.com/?m=1

    BalasHapus
  2. Mantap gan ceritanya , sukses selalu 👍
    Mampir juga gan di blog pemula https://bangalicb.blogspot.com/?m=1

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

About Covid-19

Always prayer for you

Kisah Sedih