Suara Hati Sahabat
11
September 2019
Kali
ini aku tak akan membicarakan kekasih atau seorang pria, tapi aku masih ingin
bercerita tentang cinta. Cinta yang bermakna banyak hal mengenai seseorang yang
dicinta. Entah siapapun itu berhak dicinta dan mencinta, begitupun juga dengan
seseorang yang bernama sahabat.
Sampai
saat ini, aku belum mengetahui pasti bagaimana itu persahabatan. Apakah ada
seorang sahabat yang benar-benar bersahabat ? mungkin tak pernah ada orang yang
menggagas hal itu. Semua orang pikir, ketika ada seseorang yang menemani dia
adalah sahabat kita. Ketika ada seseorang yang selalu bersama kita, dia adalah
sahabat.
Namun,
kurasa aku belum bisa mengatakan bahwa mereka yang selalu menemani bahkan yang
selalu bersama adalah sahabat. Mengapa ? entah. Semakin maju jamannya, semua
orang menjadi munafik. Bahkan kepada sahabat nya sendiri. Saat ini, aku
benar-benar merasa sendiri,kesepian, dan rindu dengan sosok sahabat yang
sebenarnya. Aku sedang mengalami fase kehilangan sosok sahabat itu sendiri.
Padahal ia ada, ia tepat berada di hadapanku, aku mendengar suara bahkan aku
dapat menyentuhnya, ya dia nyata. Tapi… kenyataan pahit yang kurasa.
Aku
tak menuntut dia harus seperti apa dan harus bagaimana, karna aku sadar diriku
bahkan jauh dari yang namanya baik. Aku hanya khawatir, suatu saat dimoment
yang special tak ada yang turut tersenyum untukku, tak ada yang memeluk erat
tubuhku, bahkan tak ada yang menggandeng dan merangkul ku.
Kulihat
sekelilingku, kuperhatikan mereka semua, senyumnya, canda tawanya, perilaku bahkan
empatinya. Mereka semua yang hadir dalam pandanganku adalah yang sempat pernah
menjadi sebuah keluarga untukku, bukan lagi sebatas sahabat. Aku tak tahu
menahu tentang apa dan siapa yang salah disini, kuakui aku sangat menyesali
kepergian mereka dengan memilih bahagia mereka masing-masing. Aku merindukan
kebersamaan bersama mereka, merindukan semuanya tentang mereka.
Kini,
yang tersisa adalah segelintir manusia yang memikirkan ego masing-masing. Aku
tak mempermasalahkan banyak sedikitnya seorang sahabat, cukup satu yang tulus
dan setia pun belum kutemui. Padahal ia dekat, ia bahkan amat sangat dekat.
Namun, mengapa harus ada ketidaknyamanan ? mungkin aku yang salah.
Kurang
kumengerti maunya, sikapnya, dan apapun itu tentang dia. Namun, justru ternyata
ia yang sama sekali kurang mengerti aku, perasaanku, dan acuh tak acuh
kepadaku.
Mengapa
harus ada yang namanya pengkhianatan dalam persahabatan ? mengapa yang terlihat
selalu bersama harus ada duri tajam didalamnya ? mengapa harus ada
kelompok-kelompok kecil yang memisahkan ? mengapa tidak bersahabat saja
semuanya ? ketahuilah ada satu dua manusia yang sedang tidak baik-baik saja
disana. Lihatlah lebih dekat perasaan dan hatinya, didalam kelompok kalian
masing-masing. Dia sedang butuh rangkulanmu, dia butuh pundakmu, dia butuh
genggaman tanganmun untuk menguatkan.
Sekilas,
ia tak membutuhkan kalian. Ia hanya ingin membuat semua seakan baik-baik saja,
ketahuilah itu demi siapa ? itu demi persahabatan yang kalian bangun bersama
agar tak goyah oleh badai sekalipun.
Ternyata,
baru kuketahui bukan hanya aku yang menjadi salah satu segelintir manusia yang
menjadi bagian dari air mata persahabatan. Harapan satu-satunya adalah semoga
selalu diberi kesabaran yang ekstra dan limpahan cinta kasih Nya untuk kita
semua. Sehingga tak ada iri, dendam, sakit hati yang terlalu mendalam yang
membuat kita justru terjatuh dalam larangan Nya.
Komentar
Posting Komentar