GELAP
Hari ini… aku benar-benar merasa sedih yang paling sedih.
Aku tak tahu siapa yang akan menarik ku dari lubang kegelapan
ini, lubang hampa, kesedihan, penyesalan, ketakutan, semuanya bercampur
merasuki hidupku dalam sekali waktu.
Bahkan, untuk menulis ini pun aku tak sanggup. Terlalu banyak
rasa sesak dan penat dalam dada. Sekali ku bernafas, sakit mengiris hati.
Aku tak memiliki masalah besar, aku sedang tak terlibat
kasus apapun. Tapi… aku sedang jauh dari Tuhanku. Aku merasa betul, aku terlalu
jauh melangkah. Melupakan Tuhanku…
Setiap kali ku berdoa, serasa tak ada satupun doa yang mampu
kulangitkan. Hatiku beku, hatiku keras, aku merasakan betul. Tak kurasakan
getaran hati sama sekali.
Allah Ya Tuhanku… mungkinkah Engkau murka denganku ?
benarkah Engkau menutup mata hatiku ? benarkah Engkau sedang mengutuk ku ?
Mungkinkah Engkau menjauh dariku ?
Jika iya, kumohon… aku tak mampu hidup seperti ini. Aku tak
mampu melangkah kan kaki ini lagi. Aku terlihat sempurna tapi aku sebenarnya
cacat. Aku terlihat memiliki apapun tapi aku miskin. Aku cacat hati… aku miskin
agama…
Jika saat ini aku menanti seseorang yang dapat merangkulku,
mengajak ku, dan mengingatkanku lagi tentangMu. Ijinkan aku meminta satu lagi,
Ijinkan aku melangkah sendiri, ijinkan aku tersadar sendiri, ijinkan aku
tergerak sendiri…
Untuk kembali ke jalanMu, untuk kembali bersama hidayah
cinta dan kasih Mu. Karna… hingga detik ini, belum kujumpai seseorang yang
selalu doanya kulangitkan.
Allah Ya Tuhanku… Maaff, maaffkan aku. Ijinkanlah aku
kembali… padaMu. Aku sendiri tak mampu hidup sendiri tanpaMu.
Komentar
Posting Komentar