My Dream

 

Dear masa depanku, kamu sebenarnya wujudnya gimana sih. Aku pengen ngerti gambarannya saja, selama hidupku aku hanyalah perempuan yang nakal, perempuan durhaka, perempun yang tak baik, bahkan perempuan yang tak tahu diuntung. Yang ada difikiranku hanya aku dengan segenap keburukan ku, hanya aku dengan segenap masalah ku, aku dengan segenap kisah kelamku, dan aku dengan segenap penyesalanku. Aku selalu merasa sedih, menangis, sendiri, gelap. Tak ada yang menghiburku, menemaniku, mengerti aku, atau bahkan membela dan menolongku. Tak ada yang tahu menahu tentang masalah yang lama kusembunyikan, yang lama kupendam. Bahkan keluarga yang harusnya adalah rumah dan tempat ku berlindung. Aku tak pernah sedetikpun merasa mereka bahagia memiliki aku, aku belum pernah melihat mereka bangga denganku, atau bahkan mereka bersyukur ada aku. Entah mengapa, yang ada hanyalah aku yang selalu membuat mereka kecewa, yang selalu membuat mereka hancur hatinya, yang membuat mereka mungkin kesal denganku.

Aku ingin taka da saja dari dunia ini, aku ingin mengurangi beban orangtuaku, aku ingin bersama Tuhanku saja. Namun, aku takut. Aku menyadari aku belum memiliki cukup amal semasa hidupku. Aku masih ingin berusaha membuat mereka bahagia sebelum aku pergi. Masih banyak yang perlu ku usahakan sebagai permohonan maafku selama ini.

Maka Ya Tuhanku, Allah SWT Yag Maha Mendengar. Attitude ku sangat kurang, ku memohon maaff ya Tuhan. Terkadang aku kurang dalam mengontrol emosiku. Ijinkan aku, berikan au kesempatan ku mohon. Aku masih ingin dan sangat ingin mengabdi dengan ayah ibuku. Aku ingin jadi baik, walaupun aku tak baik, aku ingin jadi anak sholehah dan sukses walaupun saat ini aku tak pernah tahu bagaimana esok.

Ya Allah, aku benar-benar sendiri saat ini, aku tak memiliki semangat sama sekali. Aku tak tahu agaimana aku bisa menghadapi ini. Aku tak tahu bagaimana aku bisa selesaikan masalahku ini.

Aku hanya berharap satu hal, masa depanku demi ayah ibuku. Demi bahagia mereka, setelahnya aku siap menghadapMu. Aku sudah tak sanggup lagi melihat ayah ibuku menangis karna aku, aku tak sanggup lagi melihat ayah ibuku sakit hati karna aku. Suatu saat jika aku pergi dari dunia ini, aku yakin mereka akan lega melihat satu beban hidupnya berkurang. Panggil aku ya Allah, panggil aku dengan Husnul Khatimah, panggil aku setelah aku bertaubat dan membahagiakan ayah ibuku. Aku sayang Allah, aku ingin bersamaMu Ya Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

About Covid-19

Always prayer for you

Kisah Sedih