Happy New Year "2024"
DEAR 2023
Kali ini aku akan
bercerita tentang tahun ini, tahun yang luar biasa sekali maknanya. Dimana aku
bertemu dan kehilangan seseorang. Dimana aku mendapat dan meninggalkan
pekerjaan. Ataupun puluhan cobaan setelah puing-puing mulai kurangkai. Apapun itu,
akan selalu kusyukuri karna telah kulewati hingga tiba dipenghujung tahun.
Kubuka dari lembar awal
bulan 2023, terimakasih ya untuk seseorang yang hadir dibulan itu. Seseorang yang
tak pernah kusangka akan berlabuh dihati dan kehidupanku, Mas Zakyy. Nama yang
selalu kusebut dalam doa dan semoga diaamiin kan oleh ribuan malaikat. Terimakasih,
untuk setiap perjalanan suka maupun duka dihampir genap satu tahun aku
mengenalmu. Mungkin, tak sepenuhnya aku tahu menahu tentang jati dirimu,
begitupun denganmu. Namun, aku selalu yakin dan percaya denganNya, pasti akan
selalu mengarahkan pada kebaikan bila aku dan kamu hanya berharap padaNya. Yah,
sejak mengenalnya selalu kutanamkan dalam hati bahwa manusia tak bisa saling
mengharapkan pada manusia. Karna pasti kecewa yang didapat. Walaupun berat
dalam setiap perjalanannya, yakin padaNya adalah satu peganganku. Entah, aku
tak tahu sebenarnya apakah ia yang sebenar-benar lelaki terakhir dihidupku. Banyak
ketakutan yang selalu membayangiku. Satu alasan yang sejujurnya aku takut untuk
dicintai adalah tentang masalalu ku. Perempuan munafik, yang selalu berharap dapat
diubah dan dibimbing sedangkan dirinya ibarat warna adalah hitam. Tak perlu
banyak kujelaskan, cukup aku dan Tuhanku yang tahu. Semua telah kupasrahkan
sesuai kehendakNya. Maka, aku mencintaimu namun tak akan lebih besar dari aku
mencintai Tuhanku. Semoga yang memegang kendali hidupku ridho dan mengampuni
masalaluku.
Diawal tahun 2023 kala
itu pula, aku memutuskan untuk menyebar lamaran pekerjaan dengan cita-citaku dapat
diterima disalah satu Rumah Sakit Swasta terdekat. Dan tak luput dari
supportnya pula, akhirnya aku dapat diterima disalah satu Rumah Sakit yang
besar. Satu cita-cita ditahun ini yang terwujud walaupun dengan berbagai
pertimbangan dan kegalauan. Disaat itu pula, seseorang di masalalu ku mulai
berpamitan. Menemui ku disaat hari pertama aku shift. Ia berpamitan dengan
membawa ribuan luka diatas bekas luka yang tak kunjung kering. Iyah, bulan
ketiga di 2023 adalah bulan yang penuh dengan luka. Tak sedikit airmata terus
mengalir disetiap harinya, bahkan ku ingat satu bulan penuh kutangisi
kepergiannya. Bukan karna aku masih mencintainya atau takut kehilangannya. Namun,
caranya pergi yang sangat pantas kusebut seperti bajingan. Tak banyak yang
mampu kuceritakan. Singkat cerita, aku mampu melewati setiap luka dan airmata
itu sampai detik ini.
Dibulan-bulan
berikutnya, satu cita-cita ku yang terwujud kala itu membawa aku menjadi
perempuan yang menurutku adalah versi terkuat dari diriku. Karna, didalamnya
aku dihajar habis-habisan perihal fisik dan batin, kesehatan mentalku
berantakan, karir pertama ku hamper saja hancur perihal toxic nya lingkungan
kerja. Tahukah kalian, kala itu aku jatuh dan bangkit sendirian. Aku menyayangi
diriku dengan sangat hati-hati, kujaga kesehatan mentalku agar minimal aku
tetap waras. Perubahan dari segi doa dan ibadah ku mulai kuperbaiki, insyaallah
sampai hari ini. Dan akhirnya aku mampu melewati 11 bulan bekerja dibawah
tekanan dengan lancer, walaupun setiap harinya selalu ada kata ingin resign.
Ditahun ini, banyak hal
yang memberiku pelajaran dan hikmah. Salah satunya segala sesuatu yang kita
inginkan tidak harus selalu terwujud. Sederhananya, kala itu saat dimana umurku
bertambah satu tahun yang dahulunya selalu ada surprise berwujudkan benda
ternyata wujud lainpun sudah bagian dari surprise. Dan kala itu adalah pertama
kalinya aku dibuatkan video ucapan dan pertama kalinya aku menangis haru. Itu semua
bukan dari keinginanku sendiri melainkan alam bawah sadarku yang menyadarkan oh
ternyata ini toh yang namanya bahagia. Yang dahulu aku mengharapkan bunga, coklat dan boneka ditahun
ini aku sama sekali tak mengharapkan apapun bahkan saat itu aku melupakan hari
berkurangnya jatah hidupku didunia dan diingatkan dengan satu surprise yang
membahagiakan itu. Terimakasih banyak ya mas.
Dan akhirnya tiba
dipenghujung tahun, 31 Desember 2023. Alhamdulillah selalu kuucap syukur atas
semua nikmat sedih, nikmat senang, nikmat sakit dan nikmat sehat. Terimakasih untuk
setiap suka dan duka yang menjadikan diri ini tidak lemah lagi. Satu wishlist
dihari ini adalah aku sangat ingin melihat hujan kembang api dipenghujung
tahun. Terlepas dari pandangan orang yang menilai perempuan nakal karna keluar
dini hari ataupun pandangan orang perempuan nakal dengan joget sana sini,
kutegaskan bukan karena hal itu. Satu hal saja, dimoment itu dan didetik itu
aku ingin tersenyum memandang langit dengan indahnya hujan kembang api. Selesai.
Sampai jumpa dicerita tahun 2024. Semoga banyak hal bahagia yang dapat kutulis
lagi.
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
BalasHapus