HAPPY NEW YEAR "2025" AND THE END of my love

Hai, lama ya aku gapernah cerita. Sudah banyak hal yang terjadi dikisahku, apalagi di awal tahun ini. For your information, aku sudah selesai dengan masky. Seorang yang sempurna dimataku kala itu, bahkan dengan kekurangannya yang jelas terlihat aku masih melihatnya sempurna. Namun, kini ia justru sebaliknya dimataku. Jahat, tega, playing victim, toxic dan banyak hal.

Aku tahu, sebenarnya ia ingin menjagaku, ia tak ingin kehilangan aku, tapi caranya salah. Sungguh, caranya memperlakukan ku juga salah. Aku tak membenarkan diri, namun aku berkata seperti ini adalah seolah apabila perempuan lain yang ia beginikan pasti akan sepakat denganku.

Pada intinya, aku lega. Aku melepas dan terlepas dari segala tuntutan, aturan, dan janji –janji yang entah akan kejelasannya. Namun, banyak pula yang berubah. Kini, aku sendiri.

Aku pulang kerja larut malam, diguyur hujan deras, aku takut, aku kedinginan, namun aku tak berani menambah kecepatan. Aku lewati jalanan gelap dengan pelan, aku terjang hujan dengan air mata, aku menangis sejadi jadinya bersamanya.

Aku bukan menangisi keputusanku untuk selesai. Aku menangisi bahwasanya, tak ada yang menungguku pulang kerja. Tak ada yang mencariku. Sesampainya rumah, tak ada yang mengkhawatirkan aku untuk sekedar whatsapp ataupun telfon juga tak ada. Padahal, waktu itu dunia kerjaku sedang tidak baik-baik saja. Aku capek fisik dan capek batin, semua terasa berat kupikul sendiri. Bukan tentang apa dan siapa.

Aku hanya ingin menangis diatas pundaknya, atau menangis mengadu manja via suara. Aku rindu. Aku rindu rasanya dicintai dengan hebatnya. Hari ini, aku benar-benar pertama kali merasa sendiri yang paling sendiri. Aku tak memiliki sosok yang kuharapkan itu.

Menyedihkan ya jadi aku, berkali-kali scenario ceritaku tak sesuai harapan. Aku selalu salah menilai lelaki yang akan kusebut pangeran. Jika boleh, aku mengulang waktu. Maka, tak akan pernah ku sia kan waktu ku untuk mencintai makhluk bernama lelaki. Akan kujaga dengan sungguh raga ini, hati ini, akan kubahagiakan sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

About Covid-19

Always prayer for you

Kisah Sedih